Berita dan Informasi Teraktual seputar Sawit Regional Sumatera.

Get In Touch

Tak Ada Alasan Harga TBS Turun, Mentan Amran Ultimatum 300 Perusahaan Sawit

Ilustrasi kelapa sawit

 

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan ultimatum tegas kepada ratusan perusahaan kelapa sawit yang masih menahan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani. Pemerintah bersama Satgas Pangan Polri akan memeriksa sekitar 270-300 perusahaan yang diduga belum mengembalikan harga TBS sesuai ketentuan daerah, meski harga CPO dunia dan nilai tukar dolar AS justru mengalami kenaikan.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan dan Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang dipimpin langsung Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026), dan dihadiri asosiasi petani, pelaku usaha, eksportir, perusahaan refinery, Satgas Pangan Polri, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda dari 25 provinsi sentra sawit.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pessel Merangkak Naik ke Rp2.250-2.450 per Kilogram, Diproyeksikan Terus Membaik “Hari ini kita sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu itu naik lebih tinggi. Kenapa? Nilai dolar dengan rupiah itu selisih kenaikannya 10 persen. Jadi minimal sama dengan seperti semula,” kata Mentan Amran. Menurutnya, penurunan harga TBS yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan sebuah anomali. Di tengah kenaikan harga CPO dunia dan penguatan dolar AS yang mencapai lebih dari 10 persen terhadap rupiah, harga TBS justru sempat mengalami penurunan hingga sekitar 17 persen di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:Temukan Harga Sawit di Bawah Standar, Wabup Rohul Warning PKS “Kami punya data. Harga CPO dunia naik 47 persen, kurs dolar naik lebih dari 10 persen, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Tidak ada alasan harga tidak kembali normal, bahkan harusnya naik sekitar 10 persen dari harga sebelumnya,” ujarnya. Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik-praktik yang merugikan petani sawit. Berdasarkan data yang dihimpun Kementan, terdapat sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidupnya pada komoditas strategis tersebut. “Kita harus jaga petani kita. Ada 15 juta petani sawit di Indonesia. Tidak boleh kita rugikan mereka. Kalau harga dunia naik, kurs naik, tetapi harga di petani turun, itu tidak masuk akal,” ungkap Mentan Amran.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pasaman Barat 7 Juni 2026 Tembus Rp 3.885/Kg, Ini Rincian Lengkapnya Ia mengungkapkan bahwa persoalan harga TBS bahkan menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Saat menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu, Mentan Amran mengaku dua kali dihubungi Presiden Prabowo untuk memastikan langkah pemerintah dalam melindungi petani sawit. “Perintah Bapak Presiden sangat jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali seperti semula, bahkan naik sekitar 10 persen mengikuti pergerakan kurs dan harga dunia,” ujarnya.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Siak Periode 3–9 Juni 2026, Swadaya Rp 3.271 dan Plasma Rp 3.832 Hasil evaluasi rapat menunjukkan sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah telah berangsur pulih. Namun pemerintah menargetkan pemulihan penuh dalam waktu segera. “Mulai hari ini tidak ada lagi kompromi. Harga harus kembali normal. Yang belum menyesuaikan akan kami periksa,” tegasnya. Untuk mempercepat pengawasan, Kementan akan mengirimkan data perusahaan yang diduga belum menyesuaikan harga kepada seluruh Dirkrimsus Polda dan Kapolda di daerah, disertai lampiran harga acuan yang ditetapkan gubernur.

BACA JUGA:GAPKI Minta Regulasi Ekspor Satu Pintu Via DSI Diperjelas dan Diterapkan Bertahap Demi Jaga Pasar Sawit Sementara, dalam rapat tersebut, sejumlah perwakilan petani dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Banten menyampaikan bahwa harga di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) mulai mengalami kenaikan, namun belum seluruhnya diteruskan kepada petani. Beberapa daerah bahkan melaporkan masih adanya selisih cukup besar antara harga yang diterima petani dengan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah hadir sebagai penengah untuk memastikan seluruh pelaku dalam rantai usaha sawit memperoleh manfaat yang adil. “Kita ingin membangun ekosistem yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Kita tumbuh bersama. Pemerintah hanya menjadi wasit agar tidak ada pihak yang dirugikan,” katanya. Mentan Amran menambahkan, sawit merupakan salah satu instrumen strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pengendali pasar minyak sawit dunia. Melalui program hilirisasi dan penguatan bioenergi, termasuk implementasi B50 dan pengembangan bioetanol, pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri. “Kita produsen sawit terbesar dunia. Mimpi besar Presiden adalah menjadikan Indonesia pengendali pasar CPO dunia melalui hilirisasi dan pemanfaatan sawit untuk energi. Karena itu petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(*)




Berita Terkait

Harga TBS Kelapa Sawit di Dharmasraya Tembus Rp3.966 per Kg, PT AWB Catat Rekor Tertinggi

DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID- Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menc...

HR CPO Oktober 2026 Naik USD 1.042,15 per MT, Ini Tarif Bea Keluar Terbarunya

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan Bea ...

Harga TBS Sawit di Dharmasraya Tembus Rp 3.966 per Kilogram

DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis pembaruan harga Tandan Buah Segar (TBS) ke...

Harga TBS Sawit Tertinggi di Bangka Tengah Tembus Rp3.040 per Kilogram

BANGKA TENGAH, SAWITSUMATERA.ID - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah merilis pembaruan harga T...

Harga TBS Sawit Kaltara Periode I Oktober 2026 Tembus Rp3.485,88 per Kg, Berikut Rincian Harganya

TANJUNG SELOR, SAWITSUMATERA.ID– Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Utara menetapkan patokan harga Tandan Buah S...

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Capai Rata-Rata Rp3.568 dan Rp2.929 per Kg di 22 Provinsi

JAKARTA , SAWITSUMATERA.ID– Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya kelapa sawit di 22 provin...

Harga TBS Sawit Pessel Merangkak Naik ke Rp2.250-2.450 per Kilogram, Diproyeksikan Terus Membaik

  PESISIR SELATAN, SAWITSUMATERA.ID — Grafik harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya di Kabu...

Temukan Harga Sawit di Bawah Standar, Wabup Rohul Warning PKS

  ROKAN HULU, SAWITSUMATERA.ID– Wakil Bupati Rokan Hulu (Wabup Rohul), H. Syafaruddin Poti, SH, MM, melakuka...

Pemerintah Segera Sesuaikan HET MINYAKITA, Pertimbangkan Kenaikan Harga Keekonomian dan CPO

JAKARTA , SAWITSUMTERA.ID-Kementerian Perdagangan mengumumkan rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak go...

Sikapi Penurunan Harga TBS Pasca Kebijakan Ekspor SDA, Pemkab Pesisir Selatan Warning PKS yang Spekulasi

  PESSEL, SAWITSUMATERA.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bergerak cepat melakukan lang...