Berita dan Informasi Teraktual seputar Sawit Regional Sumatera.

Get In Touch

Hancur Lebur! Harga TBS Sawit di Pessel Anjlok Drastis Jadi Rp700, Biaya Pupuk Meroket Petani Rugi Bandar

ilustrasi panen kelapa sawit

 

PESISIR SELATAN, SAWITSUMATERA.ID– Gelombang kepanikan luar biasa melanda petani kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) setelah harga tandan buah segar (TBS) dilaporkan hancur lebur hingga tersisa Rp700 per kilogram.

Kejatuhan harga yang sangat ekstrem dari posisi sebelumnya yang kokoh di angka Rp2.000 per kilogram ini memicu kerugian massal bagi para pekebun swadaya, lantaran pendapatan mereka kini amblas di tengah gempuran harga pupuk dan biaya perawatan kebun yang kian mencekik leher.

BACA JUGA:Kinerja Industri Sawit Nasional Anjlok Berjemaah Sepanjang Maret 2026, Stok Akhir Justru Membumbung Tinggi

Dikutip dari website resmi Pemkab Pesisir Selatan, jatuhnya harga komoditas andalan daerah ini terjadi secara mendadak sejak akhir pekan lalu dan langsung memicu gejolak ekonomi di kalangan masyarakat.

Petani mengaku kebingungan karena selisih harga yang terjadi dalam waktu singkat terlalu timpang, sementara harga kebutuhan pokok di pasar justru sedang mahal-mahalnya.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Swadaya Riau Merosot, Per Kilo Jadi Rp3.709,35/Kg, Berikut Daftar Harga TBS 27 Mei-2 Juni 2026

Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh Endi, salah seorang petani sawit di Kecamatan Lengayang, yang mengaku pasrah melihat penurunan harga yang terjadi secara tiba-tiba di wilayahnya.

“Sebelumnya masih Rp2.000 per kilogram. Kini turun hingga Rp700 per kilogram,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, informasi yang beredar di lapangan sempat simpang siur terkait penyebab kemerosotan pendapatan mereka, di mana para pengepul di tingkat bawah mengambinghitamkan masalah distribusi.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar Periode III Mei 2026 Turun, Perkilonya Jadi Rp3.636,01, Berikut Daftar Harganya

“Penyebab pastinya tidak jelas. Toke menyebut karena kelangkaan solar,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Linda, petani sawit lainnya di wilayah Kecamatan Sutera. Ia menilai harga sawit saat ini sudah tidak masuk akal dan tidak lagi sebanding dengan biaya perawatan kebun yang terus membengkak.

“NPK saja Rp800 ribu per karung, sementara harga sawit cuma Rp700 per kilo,” keluhnya.

BACA JUGA:Full Senyum! Harga TBS Sawit Sumut Meroket ke Rp3.902/Kg, Pekan Ini Petani Plasma Kompak Gembira

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga sawit kembali stabil dan petani tidak terus mengalami kerugian.

“Kami berharap pemerintah segera bertindak. Jangan dibiarkan lama-lama, sementara kebutuhan pokok semuanya mahal,” ucapnya lagi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Yul Afrizal, mengatakan anjloknya harga sawit bukan hanya terjadi di Pesisir Selatan, melainkan hampir di seluruh daerah penghasil sawit di Indonesia.

Menurutnya, kondisi itu berkaitan dengan kebijakan baru pemerintah pusat terkait tata kelola ekspor dan impor crude palm oil (CPO) yang nantinya akan dikelola melalui satu pintu oleh Danantara.

Yul menjelaskan, selama ini perusahaan-perusahaan sawit bebas melakukan ekspor melalui berbagai jalur dan perusahaan besar. Namun ke depan, sistem tersebut akan diatur melalui mekanisme terpusat.

“Ini memang kebijakan pemerintah pusat. Nantinya ekspor CPO dikelola satu pintu oleh Danantara. Kalau sekarang perusahaan masih sendiri-sendiri melakukan penjualan ke luar,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut masih dalam tahap penyesuaian sehingga berdampak terhadap harga sawit di tingkat bawah.

“Dewan Akasindo pusat menyampaikan kondisi ini hanya sementara. Dalam waktu dekat harga diperkirakan akan kembali stabil bahkan bisa lebih tinggi dari harga biasanya,” katanya.

Yul juga membantah anggapan bahwa turunnya harga sawit dipicu kelangkaan solar yang terjadi di sejumlah daerah.

“Tidak ada pengaruhnya dengan solar. Ini murni karena kebijakan tata kelola sawit yang baru,” tegasnya.

Ia memastikan petani sawit swadaya di Pesisir Selatan nantinya tetap dapat menjual hasil panen mereka ke perusahaan-perusahaan sawit yang ada di daerah.

Perbedaannya hanya pada mekanisme ekspor CPO yang akan dikendalikan melalui Danantara.

“Petani tetap menjual seperti biasa ke perusahaan. Perusahaan mengolah menjadi CPO, lalu CPO dijual ke Danantara untuk ekspor. Jadi sistem di tingkat petani tidak berubah,” jelasnya.

Yul berharap kebijakan baru tersebut nantinya justru mampu memperkuat posisi sawit nasional dan berdampak positif terhadap harga jual di tingkat petani.

“Mudahan-mudahan setelah kebijakan ini berjalan, harga sawit di Pesisir Selatan bisa lebih tinggi dari harga biasanya,” pungkasnya.(*)




Berita Terkait

Update Komoditas Dharmasraya Hari Ini: Harga Tertinggi TBS Rp3.684/Kg, Brondolan Rp3.950/Kg

  DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis harga Tandan Buah Segar (TBS...

Harga TBS Sawit Sumbar Periode Juni II 2026 Anjlok, Per Kilonya Rp 3.684 per Kilogram, Berikut Daftarnya

PADANG , SAWITSUMATERA.ID- Para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat tampaknya harus gigit jari pekan ini...

Harga TBS Sawit Sumsel Periode I Juni 2026 Tembus Rp3.592 per Kg, Berikut Daftar Harganya

PALEMBANG,SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira kembali menghampiri para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera ...

Kemendag Rilis Aturan Baru Ekspor Sawit, Perketat DMO Minyakita Lewat Jalur BUMN

  JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi memperketat tata kelola ekspor kelapa ...

Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Kelapa Sawit, Siap Tindak Pelaku yang Rugikan Petani

  JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Satgas Pangan Polri mulai menyelidiki dugaan kartel dan persekongkolan harga Tan...

Tak Ada Alasan Harga TBS Turun, Mentan Amran Ultimatum 300 Perusahaan Sawit

  JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan ultimatum tegas kep...

Harga TBS Sawit Swadaya Riau Merosot, Per Kilo Jadi Rp3.709,35/Kg, Berikut Daftar Harga TBS 27 Mei-2 Juni 2026

PEKANBARU, JSAWITSUAMTERA.ID– Kabar kurang menggembirakan datang bagi para petani kelapa sawit mandiri di Bumi Lan...

Harga Sawit Plasma Riau Periode 27 Mei–2 Juni 2026 Meroket, Kelompok Umur 9 Tahun Sentuh Rp3.932/Kg

PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira kembali menyelimuti kalangan perkebunan di Bumi Lancang Kuning. ...

Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar Periode III Mei 2026 Turun, Perkilonya Jadi Rp3.636,01, Berikut Daftar Harganya

  PONTIANAK, SAWITSUMATERA.ID – Petani kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sedikit kuran...

Harga Kelapa Sawit Jambi Merosot Rp515,22 Per Kilo, Berikut Harga Baru TBS 29 Mei-4 Juni 2026

  JAMBI, SAWITSUMATERA.ID–Petani sawit di Provinsi Jambi Lesu. Pasalnya, harga Tandan Buah Segar (TBS) kela...