Harga TBS Sawit Sumbar Periode Juni II 2026 Anjlok, Per Kilonya Rp 3.684 per Kilogram, Berikut Daftarnya
PADANG , SAWITSUMATERA.ID- Para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat tampaknya harus gigit jari pekan ini...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Industri kelapa sawit nasional mencatatkan tren negatif yang cukup tajam sepanjang Maret 2026.
Berdasarkan laporan resmi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), volume produksi, konsumsi domestik, hingga angka ekspor global terkoreksi secara serentak akibat lesunya permintaan dari mayoritas negara tujuan utama serta melambatnya penyerapan di dalam negeri.
Kondisi ini terlihat dari total produksi komoditas CPO dan PKO pada Maret 2026 yang merosot sebesar 12,35 persen menjadi 4.821 ribu ton dari capaian Februari sebesar 5.500 ribu ton.
Penurunan performa produksi tersebut disumbang oleh produksi CPO yang turun menjadi 4.403 ribu ton serta komoditas PKO yang menyusut ke level 418 ribu ton.
BACA JUGA:Harga Sawit Plasma Riau Periode 27 Mei–2 Juni 2026 Meroket, Kelompok Umur 9 Tahun Sentuh Rp3.932/Kg
Situasi pasar kian melemah setelah laju konsumsi di dalam negeri ikut turun sebesar 8,25 persen dari 2.305 ribu ton pada Februari menjadi 2.115 ribu ton pada Maret 2026.
Penurunan terbesar terjadi pada sektor pangan nasional yang anjlok hingga 9,03 persen menjadi 897 ribu ton, diikuti oleh sektor biodiesel yang terkoreksi 7,71 persen menjadi 1.056 ribu ton, serta sektor oleokimia domestik yang melandai sebesar 7,43 persen ke angka 162 ribu ton.
Secara bersamaan, volume pengapalan produk sawit Indonesia ke pasar global terjun bebas sebesar 34,25 persen menjadi 2.168 ribu ton dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3.297 ribu ton.
Kejatuhan ekspor ini dipicu oleh anjloknya pengiriman CPO mentah sebesar 75,61 persen menjadi 96 ribu ton, disusul penurunan olahan minyak sawit sebesar 33,57 persen menjadi 1.506 ribu ton, dan koreksi pada olahan minyak inti sawit sebesar 44,67 persen menjadi 94 ribu ton, sementara ekspor produk oleokimia masih tumbuh tipis 1,42 persen menjadi 468 ribu ton.
Menanggapi situasi kuartal pertama ini, Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, memaparkan fluktuasi nilai perdagangan dan pergerakan harga di pasar internasional yang membayangi kinerja bulanan ini.
"Nilai ekspor produk sawit bulan Maret mengalami penurunan dari US$ 3,69 miliar di bulan Februari menjadi US$ 2,61 miliar pada Maret atau turun sebesar -29,27%," ujar Mukti Sardjono dalam keterangan tertulisnya Senin (25/05).
Meski kinerja bulanan terkoreksi, Mukti menambahkan bahwa posisi akumulasi tahunan kelapa sawit Indonesia sebenarnya masih mencatatkan rapor yang cukup positif jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Secara YoY sampai dengan Maret, nilai ekspor 2026 naik menjadi US$ 9,66 miliar atau 10,40% lebih tinggi dari tahun 2025 sebesar US$ 8,75 miliar. Peningkatan nilai ekspor secara YoY terjadi karena meningkatnya volume ekspor dan juga karena harga rata-rata Januari-Maret 2026 sebesar US$ 1.356/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-Maret 2025 sebesar US$ 1.230/ton Cif Rotterdam," jelasnya lebih rinci mengenai faktor penguat nilai perdagangan luar negeri.
Di sisi lain, lesunya ekspor global pada bulan Maret ini tidak lepas dari menyusutnya permintaan dari jajaran negara mitra strategis seperti China yang berkurang hingga 314 ribu ton, India menyusut 291 ribu ton, Pakistan turun 113 ribu ton, Bangladesh berkurang 90 ribu ton, kawasan Afrika melemah 81 ribu ton, Timur Tengah turun 77 ribu ton, Malaysia berkurang 71 ribu ton, Amerika Serikat menyusut 41 ribu ton, dan Uni Eropa (EU-27) yang melandai 25 ribu ton, dengan Rusia menjadi satu-satunya negara yang mencatat kenaikan serapan sebesar 24 ribu ton.
Terkait dengan keseimbangan pasokan di dalam negeri, Mukti Sardjono membeberkan perhitungan neraca komoditas yang berdampak langsung pada melonjaknya simpanan di gudang-gudang domestik.
"Dengan stok awal Maret 2026 sebesar 2.026 ribu ton, produksi 4.821 ribu ton, konsumsi 2.115 ribu ton dan ekspor 2.168 ribu ton, maka stok di akhir Maret 2026 menjadi 2.568 ribu ton lebih besar dari 2.026 ribu ton pada stok di akhir Februari 2026," pungkasnya.(*)
PADANG , SAWITSUMATERA.ID- Para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat tampaknya harus gigit jari pekan ini...
PALEMBANG,SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira kembali menghampiri para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera ...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi memperketat tata kelola ekspor kelapa ...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Satgas Pangan Polri mulai menyelidiki dugaan kartel dan persekongkolan harga Tan...
PASAMAN BARAT, SAWITSUMTERA.ID – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat, Sumat...
PASAMAN BARAT, SAWITAUMATERA.ID- Petani kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat, SUmatear Barat kembali gacor. Pas...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, men...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) membeberkan pemicu utama di balik se...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Industri minyak sawit Indonesia kembali menghadapi tekanan di pasar internasional. Gabungan P...
GAPKI Dorong Kesetaraan Gender dan Peran Perempuan dalam Industri SawitJAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Gabungan Pengusaha Kel...

