GAPKI Usulkan Kebun Sawit Khusus Energi Dukung Program B50 dan Hilirisasi
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan pengembangan kebun sawit khusu...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Lidi sawit asal Indonesia kini berhasil menembus pasar internasional hingga Tiongkok berkat kolaborasi erat antara petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Produk turunan kelapa sawit ini terbukti menjadi low hanging fruit yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan menggerakkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Kisah sukses ekspor ini mengemuka dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II bertema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor” di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa lidi sawit memiliki potensi amat besar untuk memajukan perekonomian warga di tingkat tapak.
BACA JUGA:New Honda ADV160 Resmi Meluncur, Skutik Penjelajah Tampil Makin Gagah dan Canggih
“Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” ujar Helmi dalam diskusi tersebut.
Guna menembus pasar global, BPDP memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui berbagai kegiatan workshop dan pendampingan ekspor. Langkah ini selaras dengan upaya ASPEKPIR yang mendorong para petani sawit agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), melainkan juga memanfaatkan produk sampingan yang bernilai jual tinggi.
Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menegaskan bahwa keberhasilan mengekspor lidi sawit membutuhkan proses pengolahan dan penyesuaian spesifikasi yang cukup panjang dari skala penggunaan lokal menuju standar internasional.
“Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ujar Setiyono.
Melalui pendampingan berkelanjutan bersama Arra Setya Abadi (ASA) serta dukungan penuh BPDP, para petani sawit berhasil memproduksi lidi sesuai kualifikasi eksportir. Kolaborasi ini telah membuahkan hasil berupa pengiriman dua kontainer berukuran 40 kaki ke Tiongkok dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer, termasuk pengiriman satu kontainer berisi 30.000 kilogram lidi sawit dari Langkat.
Ke depan, BPDP dan ASPEKPIR berkomitmen untuk terus memperluas pendampingan serta mengembangkan produk turunan kelapa sawit lainnya, seperti biochar, agar semakin banyak petani sawit dan pelaku UMKM perkebunan yang mampu membuahkan produk berorientasi ekspor ke pasar dunia.(*)
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan pengembangan kebun sawit khusu...
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis pembaruan harga Tandan Buah Segar (TBS) ke...
TANJUNG SELOR, SAWITSUMATERA.ID– Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Utara menetapkan patokan harga Tandan Buah S...
JAKARTA , SAWITSUMATERA.ID– Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya kelapa sawit di 22 provin...
JAMBI, SAWITSUMATERA.ID— Para petani kelapa sawit di Provinsi Jambi menjerit pada awal Oktober 2026. Pasalnya, Ha...
BANDAR LAMPUNG, SAWITSUMATERA.ID- Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Provinsi Lampung merilis...
JAKARTA , SAWITSUMATERA.ID– Kinerja ekspor minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) beserta produ...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Posisi petani dalam ekosistem industri sawit Indonesia masih sangat lemah. Meskipun mengelol...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Ekspor produk minyak kelapa sawit Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 64...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Bad...

