Berita dan Informasi Teraktual seputar Sawit Regional Sumatera.

Get In Touch

Harga TBS Petani Swadaya Merosot Hingga Rp1.800, Apkasindo Minta Pemerintah Segera Pulihkan Harga Sawit

Ilustrasi panen kelapa sawit

 

JAKARTA,SAWITSUMATERA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendesak pemerintah untuk bergerak cepat memulihkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani yang saat ini tengah merosot tajam.

Kondisi terpuruknya harga jual ini terjadi akibat adanya spekulasi pasar dan ketidakpastian informasi di lapangan setelah pengumuman kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

BACA JUGA:Berikut Daftar Harga TBS Sawit di 22 Provinsi di Indonesia Periode 18-24 Mei 2026

Dikutip dari website resmi Kementerian Pertanian, Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, mengungkapkan bahwa harga TBS untuk kategori petani swadaya saat ini anjlok sangat dalam hingga menyentuh kisaran Rp1.800 hingga Rp2.200 per kilogram. Penurunan harga rata-rata di lapangan tercatat mencapai Rp600 hingga Rp1.500 per kilogram.

“Petani swadaya sekarang itu ada yang tinggal Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram. Padahal HPP kita Rp2.000. Artinya petani sudah nombok,” kata Gulat usai Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV Mei 2026 Naik Jadi Rp 4.005 per Kilogram

Gulat menegaskan bahwa petani sawit swadaya menjadi kelompok yang paling terpukul dan menderita dalam situasi ini.

Berbeda dengan petani plasma atau bermitra yang masih terlindungi oleh kontrak, petani swadaya sama sekali tidak memiliki kepastian kontrak pembelian.

BACA JUGA:Harga TBS Kalteng Periode I Mei 2026 Tertinggi Sawit Mitra Plasma Rp3.749 per Kilogram, Ini Daftar Harganya

“Kalau petani bermitra masih ada perlindungan karena diatur Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Yang paling terpuruk itu petani swadaya, sementara luas kebun petani swadaya mencapai 93 persen dari total kebun sawit rakyat,” ujarnya.

Menurut pengamatan Apkasindo, anjloknya harga TBS ini sangat tidak masuk akal karena tidak dipicu oleh melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) global.

Sebaliknya, harga CPO dunia di bursa Malaysia maupun Rotterdam justru sedang menguat tajam.

“Harga CPO global lagi bagus. Kalau dirupiahkan bisa rata-rata Rp18 ribu, seharusnya harga dalam negeri sekitar Rp15.800. Tapi sekarang hanya sekitar Rp11 ribu. Jadi tidak masuk akal kalau harga TBS petani jatuh sedalam ini,” katanya.

BACA JUGA:Hancur Lebur! Harga TBS Sawit di Pessel Anjlok Drastis Jadi Rp700, Biaya Pupuk Meroket Petani Rugi Bandar

Penurunan drastis ini dinilai murni karena adanya bottleneck informasi dan ruang spekulasi yang memicu kepanikan di pasar setelah pengumuman DSI.

Banyak pelaku usaha yang panik dan langsung menurunkan harga pembelian secara sepihak, padahal aktivitas ekspor sama sekali tidak dihentikan.

“Empat jam setelah pengumuman Presiden Prabowo pada 20 Mei lalu, harga langsung turun Rp400. Besoknya turun lagi Rp800, lalu terus sampai Rp1.500. Padahal ekspor tidak dihentikan dan implementasi penuh baru berlaku Januari 2027,” ujarnya.

Meski terpukul oleh gejolak harga ini, Apkasindo menyatakan bahwa seluruh petani sawit pada dasarnya tetap memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan PT DSI.

BACA JUGA:Kinerja Industri Sawit Nasional Anjlok Berjemaah Sepanjang Maret 2026, Stok Akhir Justru Membumbung Tinggi

Kebijakan ini dinilai sangat positif karena mampu memperkuat tata kelola sawit nasional.

“Petani sawit swadaya maupun bermitra mendukung DSI, tetapi harus dijelaskan cepat. Jangan petani dibiarkan jadi korban abu-abunya penjelasan tentang DSI,” tegas Gulat.

Menurutnya, DSI justru dapat menjadi instrumen penguatan tata kelola sawit nasional dan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.

“Masa kita jual sawit sendiri-sendiri ke luar negeri tanpa kendali harga. Kalau DSI berjalan baik, ini bisa menjadi dirigen sawit Indonesia,” katanya.

Menyikapi gejolak ini, Apkasindo sangat mengapresiasi langkah cepat Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang langsung menggelar Rapat Koordinasi dengan mengumpulkan asosiasi petani, GAPKI, hingga Satgas Pangan Polri.

“Dengan pertemuan tadi sudah semakin clear. Kalau setelah ada lima poin kesepakatan tadi masih ada yang menekan harga petani, berarti memang ada niat melawan kebijakan Presiden,” katanya.

Apkasindo juga mendukung penuh langkah tegas Satgas Pangan Polri yang akan turun ke lapangan untuk memantau dan menindak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terbukti masih membeli TBS di bawah harga wajar.

“Tidak ada alasan lagi membeli murah TBS petani setelah penjelasan pemerintah hari ini. Harga global bagus, ekspor tetap jalan, jadi jangan cari pembenaran untuk menekan harga petani sawit,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar bergerak cepat merespons penurunan harga TBS sawit dengan mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan lima poin simpulan penting, yaitu: kenaikan TBS karena dipicu efek psikologis terhadap kebijakan ekspor satu pintu; penegasan pemerintah bahwa PT DSI bertugas sebagai pengelola dan tidak memungut biaya tambahan atau mengambil keuntungan dari transaksi ekspor; aktivitas ekspor pelaku usaha tetap berjalan normal selama masa transisi; semua pelaku usaha di sektor hilir sawit tetap melakukan kegiatan usaha lainnya; dan pemerintah berharap dengan adanya penjelasan tersebut maka pelaku usaha dapat kembali melakukan penyesuaian harga pembelian TBS sesuai harga acuan CPO di wilayah masing-masing.

“Kami berharap setelah penjelasan ini, kekhawatiran pelaku usaha hilang dan harga pembelian TBS kembali normal sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkap Wamentan Sudaryono.(*)




Berita Terkait

Harga TBS Tertinggi Tembus Rp4.045 dan Terendah Rp3.180 per Kg di Dharmasraya

PULAU PUNJUNG, SAWITSUMATERA.ID — Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis pembaruan data harga Tandan Buah S...

Harga TBS Tertinggi di Bangka Tengah Tembus Rp3.130 per Kg di PT Putera Bangka Tani

KOBA, SAWITSUMATERA.ID — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tertinggi di Kabupaten Bangka Tengah tercatat ...

Harga Sawit Brondolan Tembus Rp3.800 dan TBS Tertinggi Capai Rp4.045 per Kg di Pasaman Barat

SIMPANG AMPEK, SAWITSUMATERA.ID — Harga sawit brondolan di Kabupaten Pasaman Barat tercatat berada di angka Rp3.80...

Harga TBS Sawit Jambi Turun Lagi, Perkilonya 3.879,38/Kg, Ini Daftar Harga TBS 14-20 Agustus 2026

  JAMBI, SAWITSUMATERA.ID –Petani sawit di Provinsi Jambi sedikit lesu pada pertengahan Agustus 2026 P...

Harga Brondolan Sawit Tembus Rp3.950 per Kilogram di PT DSL Dharmasraya

DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID- Harga brondolan kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya tercatat mencapai Rp3.950 per kilog...

Catat Kinerja Positif, Produksi TBS PTPN IV Regional IV Tembus 244 Ribu Ton di Semester I 2026

JAMBI, SAWITSUMATERA.ID — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan ...

Asosiasi Petani Sawit Dukung DSI dan Minta Harga TBS Petani Segera Dipulihkan

  JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) m...

Harga TBS Petani Swadaya Anjlok Drastis, Bupati Siak Sidak Sejumlah PKS dan Terbitkan SE Tegas

  PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID– Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Siak guna merespons laporan m...

Harga TBS Petani Swadaya Anjlok Drastis, Bupati Siak Sidak Sejumlah PKS dan Terbitkan SE Tegas

  PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID– Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Siak guna merespons laporan m...

Patuhi Regulasi, Pemprov Riau Instruksikan Pabrik Kelapa Sawit Beli TBS Sesuai Ketetapan Resmi

PEKANBARU, SAWITSUMTERA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bergerak cepat dalam merespons dinamika sosial dan ekonom...