IPOC 2026 Bali, Prospek Harga Kelapa Sawit Dunia 2027 Jadi Sorotan Utama
DENPASAR, SAWITSUMATERA.ID – Pergerakan prospek harga kelapa sawit dunia untuk tahun 2027 menjadi fokus utama dalam ajang IPOC 2026.
Konferensi minyak sawit terbesar ini digelar pada 11–13 November 2026 di BICC, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Para pelaku industri global berkumpul untuk membaca arah pasar dan dinamika harga minyak nabati.
BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit di Sumut Alami Penurunan Menjadi Rp3.717,33 per Kilogram
Perhelatan bertajuk The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook ini mengusung tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience”.
Puncak pembahasan mengenai arah harga dan tren pasar akan berlangsung pada Sesi 4 (Economic Outlook and Market Trends) yang menghadirkan pakar-pakar analis terkemuka dunia.
BACA JUGA:Honda BR-V Tipe S Dipasarkan Rp240 Jutaan di Jamtos, Ada Diskon hingga Rp30 Juta
Dalam sesi khusus tersebut, Thomas Mielke dari OIL WORLD dijadwalkan memaparkan prospek pasokan, permintaan, serta harga global minyak sawit dan minyak nabati lainnya. Paparan kemudian ditutup oleh Dorab Mistry dari Godrej International yang membawakan materi mengenai kondisi perfect storm pada industri sawit serta proyeksi harga minyak nabati dunia.
Sebagai produsen dan eksportir terbesar, Indonesia memegang peran kunci karena minyak sawit menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan minyak nabati dunia dari kurang dari 6 persen total lahan tanaman minyak. Namun, pasar global kini dihadapkan pada tantangan fragmentasi geopolitik, pengetatan regulasi keberlanjutan di negara importir, serta persaingan dengan transisi energi.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Sumbar Periode 1–7 November 2026 Tembus Angka Tertinggi Rp 3.797 per Kilogram
Selain analisa harga, hari pertama konferensi diisi dengan pembahasan ketahanan ekonomi Indonesia 2027 oleh Teuku Muhammad Riefky Hasan dari LPEM FEB UI. Analis dari S&P Global dan Fastmarkets turut mengulas outlook pasar sawit Asia serta dampak kebijakan ekspor Indonesia terhadap peta perdagangan internasional.
Konferensi ini dibuka dengan pidato utama dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengenai strategi ketahanan pangan dan energi. Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno juga dijadwalkan menyoroti peran strategis sawit dalam memperkuat perekonomian nasional.
IPOC 2026 diperkirakan dihadiri lebih dari 1.500 delegasi yang berasal dari 20 negara lebih. Selain agenda diskusi panel, rangkaian acara juga dilengkapi dengan pameran inovasi industri serta ajang networking bagi para pelaku usaha minyak sawit.(*)