Pemupukan Kelapa Sawit Terhambat Musim Kemarau, Penjualan Pupuk di Muaro Jambi Menurun

Pemupukan Kelapa Sawit Terhambat Musim Kemarau, Penjualan Pupuk di Muaro Jambi Menurun

Posted on 2026-10-24 04:38:00 dibaca 20 kali

MUARO JAMBI, SAWITSUMATERA.ID — Kegiatan pemupukan kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi terhambat akibat musim kemarau yang membuat kondisi tanah mengering dan pupuk sulit terserap.

Kondisi tanah yang kering tersebut menjadi kendala utama para petani dalam menjaga asupan nutrisi tanaman. Dampak dari terhambatnya aktivitas pemupukan ini juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dan pedagang pupuk di wilayah setempat yang mengalami penurunan tingkat penjualan.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Lampung Periode I Oktober 2026 Tembus Rp3.386,55 per Kilogram untuk Kelompok Umur 22 Tahun

Pedagang pupuk di Toko Tia Tani, Jalan Darmapala, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Usril (26), mengungkapkan bahwa kondisi cuaca kemarau berpengaruh langsung terhadap tingkat penjualan di tokonya.

“Penjualan pupuk di saat ini mulai mengalami penurunan sejak musim kemarau berlangsung,” kata Usril pada Jumat (23/10/2026).

BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Dharmasraya Menyentuh Angka Tertinggi Rp3.695 dan Terendah Rp3.110 per Kilogram

Menurut Usril, perawatan tanaman kelapa sawit memerlukan pemupukan secara berkala guna memenuhi kebutuhan nutrisi, menunjang pertumbuhan, serta menjaga produktivitas hasil panen. Namun, pelaksanaan pemupukan di lapangan kerap terkendala saat cuaca kering.

“Sebagian konsumen menghadapi kendala pemupukan karena kondisi tanah yang kering dinilai membuat pupuk kurang terserap dengan baik. Situasi tersebut turut memengaruhi penjualan pupuk di tokonya selama musim kemarau,” ujar Usril.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Papua Mencapai Rp 3.633 per Kilogram untuk Periode Oktober 2026

Meskipun aktivitas pembelian cenderung menurun, kebutuhan pupuk untuk menjaga kondisi kebun tetap menjadi perhatian utama para petani. Di tengah situasi kemarau ini, pupuk jenis NPK dan KCL menjadi dua varian yang paling sering dicari masyarakat.

Usril menjelaskan, pupuk NPK dipatok seharga Rp550.000 per sak ukuran 50 kilogram untuk memenuhi nutrisi dasar tanaman. Sementara pupuk KCL dijual seharga Rp450.000 per sak untuk menyuplai unsur kalium yang mendukung perkembangan buah.

Selain NPK dan KCL, Toko Tia Tani juga menyediakan pupuk Dolomit untuk mengurangi keasaman tanah, Magnesium dan Urea untuk menunjang pertumbuhan daun, serta TSP untuk merangsang perkembangan akar tanaman.

Saat melayani pembeli, Usril mengaku kerap diminta rekomendasi mengenai jenis pupuk yang sesuai. Ia menyarankan kombinasi NPK dan KCL karena fungsinya saling melengkapi dalam memenuhi nutrisi kebun sawit.

BACA JUGA:Harga TBS Tertinggi di Bangka Tengah Tembus Rp 3.150 per Kg di PT BAM

Dalam praktik perawatan harian, pemupukan umumnya dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk pohon sawit berukuran besar, kebutuhan pupuk bisa mencapai tiga kilogram per pokok. Jika terdapat gangguan pada kondisi daun, petani biasanya menambahkan Urea atau Magnesium.

Selain kendala cuaca, fluktuasi harga juga sempat menjadi keluhan konsumen. Usril menceritakan harga pupuk Urea yang sebelumnya Rp550.000 sempat naik menjadi Rp650.000 per sak. Meski begitu, petani tetap membeli demi menjaga keberlangsungan tanaman mereka.

Untuk menjaga pasokan stok, Usril mengambil pasokan pupuk dari distributor di daerah Bohok. Ia mengakui penurunan penjualan selama kemarau menjadi tantangan tersendiri, walau belum menghitung secara pasti besaran penurunan omzet sejak cuaca kering melanda.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id