IPOC 2026 Jadi Wadah Strategis Rumuskan Masukan Kebijakan Sawit bagi Pemerintah

IPOC 2026 Jadi Wadah Strategis Rumuskan Masukan Kebijakan Sawit bagi Pemerintah

Posted on 2026-10-18 16:32:35 dibaca 14 kali

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Ajang The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook (IPOC 2026) bakal dirangkum dan diserahkan secara resmi kepada pemerintah sebagai masukan konkret dalam merumuskan kebijakan industri sawit nasional ke depan. Langkah ini diambil Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) guna menjawab berbagai tantangan krusial sektor perkelapasawitan, mulai dari dampak El Nino, kepastian status lahan, tata kelola ekspor, hingga pelaksanaan mandatori B50.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Tertinggi di Dharmasraya Tembus Rp 3.764 per Kilogram

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Panitia IPOC 2026 Suryanto Bun dan Bendahara Umum GAPKI Mona Surya dalam sesi tanya jawab konferensi pers di Kantor GAPKI, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Suryanto menjelaskan bahwa penetapan tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience” dirancang khusus untuk membedah dinamika yang tengah dialami seluruh pemangku kepentingan di sektor ini.

“Pertanyaan ini sebenarnya ada di kita semua yang di industri sawit. Maka dari itu kita mengundang para pakar untuk membahasnya, sehingga kita pelaku usaha industri sawit bisa lebih memahami,” ujar Suryanto.

BACA JUGA:Prospek Industri Sawit 2027 Menghadapi Tantangan Penurunan Produksi dan Serapan B50

Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum GAPKI Mona Surya menekankan bahwa IPOC 2026 bukan sekadar forum diskusi tahunan biasa, melainkan panggung penyampaian aspirasi resmi bagi para pelaku industri kepada regulator.

“Hasil dari IPOC ini akan kita kirimkan kepada pemerintah. Kita berharap pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam konferensi ini, terutama untuk perbaikan, kita sampaikan kepada pemerintah. Intinya kita menuju bagaimana supaya ini menjadi lebih baik, kekhawatiran-kekhawatiran ini tidak terjadi, dan ke depan ada kebijakan-kebijakan yang lebih baik,” ujar Mona.

BACA JUGA:IPOC 2026 Siap Digelar di Bali untuk Bahas Arah Kebijakan dan Prospek Industri Sawit Global

Di samping itu, Mona menyoroti ancaman nyata El Nino yang dampaknya mulai menurunkan berat janjang rata-rata (BJR) sebesar 17 hingga 20 persen di perkebunan, serta menantikan kejelasan peran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam tata kelola ekspor. Dengan kompleksitas isu yang ada, GAPKI menargetkan gelaran IPOC 2026 yang berlangsung pada 11–13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali ini dapat dihadiri hingga 2.000 peserta dari berbagai belahan dunia.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id