Ilustrasi Tandan Buah Segar (TBS)
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID- Para petani kelapa sawit Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat lesu.
Pasalnya, harga Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan berdasarkan rilis data harian Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya per Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam pembaruan tersebut, harga rata-rata TBS di tingkat pabrik kini berada di angka Rp3.357,- per kilogram, dengan rentang selisih harga yang lumayan lebar mencapai Rp644,- per kilogram antara PKS tertinggi dan terendah.
Kondisi penurunan harga ini terlihat dari patokan harga di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Dharmasraya. Berdasarkan laporan harian resmi, harga TBS tertinggi saat ini dipegang oleh PT. AWB (harga disbun) di angka Rp3.764,- per kilogram. Sementara itu, harga terendah merosot hingga Rp3.120,- per kilogram yang dicatatkan oleh PT. DSL. Untuk transaksi brondolan, harga tertinggi berada di PT. DSL sebesar Rp3.800,- per kilogram.
BACA JUGA:All New Innova Zenix Hybrid EV Jadi Daya Tarik Utama Toyota Space 2026 di Jamtos
Pada kategori Daftar Harga TBS Mitra, patokan harga pembelian di PKS juga bervariasi. PT. AWB berada di posisi teratas dengan harga Rp3.764,- per kilogram, disusul oleh PT. HKI seharga Rp3.396,- per kilogram, dan PT. DL sebesar Rp3.366,- per kilogram. Selanjutnya, PT. SMP menetapkan harga Rp3.315,- per kilogram, PT. DSL sebesar Rp3.270,- per kilogram, PT. INCASI PANGIAN di angka Rp3.225,- per kilogram, serta PT. SAK TIMPEH seharga Rp3.165,- per kilogram. Adapun PT. TKA tercatat tidak merilis penetapan harga mitra.
Sementara pada jalur non-mitra, harga pembelian TBS masyarakat juga mengalami penyesuaian di tingkat pabrik. PT. SMP mencatatkan harga Rp3.315,- per kilogram, diikuti PT. DL seharga Rp3.230,- per kilogram, PT. INCASI PANGIAN sebesar Rp3.225,- per kilogram, dan PT. HKI di angka Rp3.210,- per kilogram. Kemudian PT. SAK TIMPEH menetapkan harga Rp3.165,- per kilogram, dan harga non-mitra terendah ada di PT. DSL yakni Rp3.120,- per kilogram.
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat sebanyak 8 PKS terdata telah melaporkan perkembangan harga harian. Dari total PKS tersebut, dilaporkan ada 2 PKS yang saat ini tidak menerima pasokan buah kelapa sawit dari masyarakat. Pemantauan harga ini terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk transparansi informasi bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya.(*)