PTPN IV PalmCo Catat Pertumbuhan Produksi CPO 3,55 Persen di Tengah Tantangan El Nino

PTPN IV PalmCo Catat Pertumbuhan Produksi CPO 3,55 Persen di Tengah Tantangan El Nino

Posted on 2026-10-10 04:16:01 dibaca 1528 kali

JAKARTA,SAWITSUMATERA.ID— Subholding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo, berhasil membukukan tren pertumbuhan kinerja operasional dengan mencatatkan peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) sebesar 3,55 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).

Capaian positif ini diraih di tengah tantangan fenomena iklim El Nino dan anomali cuaca yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang tahun ini melalui penerapan strategi intervensi agronomi terpadu di lapangan.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Akselerasi Sertifikasi Keberlanjutan, Penjualan CPO dan PKO Berpremi Tumbuh Pesat

Berdasarkan evaluasi kinerja perusahaan, penerapan langkah mitigasi operasional ini terbukti mampu menjaga ritme kerja perkebunan tetap berjalan sesuai target. Selain CPO, realisasi produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) PTPN IV PalmCo tumbuh 2,54 persen YoY, sementara indikator produktivitas rendemen CPO mencatatkan kenaikan sebesar 1,05 persen YoY.

Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa penjagaan ritme produksi di tengah perubahan pola iklim sangat dipengaruhi oleh langkah antisipasi dini serta penerapan standar operasional kebun yang terukur.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Sumsel Turun Jadi Rp3.752 per kilogram, Ini Daftar Harga TBS 1-15 Oktober 2026

"Tahun lalu operasional kami berjalan di tengah kondisi cuaca yang lebih mudah diprediksi. Tahun ini tantangannya bergeser dengan hadirnya efek El Nino dan anomali cuaca. Oleh karena itu, pendekatan intervensi agronomi terpadu—meliputi manajemen air, penjadwalan pemupukan secara presisi, serta pemeliharaan infrastruktur panen—diambil agar proses operasional tetap dapat berjalan sesuai target," kata Rediman di Jakarta.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Salurkan 11,2 Juta Liter Air Bersih dan 1 Juta Masker untuk Korban Karhutla Kalimantan

Menurut Rediman, rincian data tersebut menunjukkan bahwa fokus pada perbaikan fundamental tanaman melalui penerapan good agricultural practices (GAP) dapat membantu meminimalkan potensi penurunan yield yang biasanya terjadi saat tanaman kelapa sawit mengalami stres akibat fluktuasi cuaca ekstrem.

Implementasi kebijakan intervensi terpadu tersebut ditindaklanjuti secara ketat di tingkat unit kerja operasional. Di wilayah PTPN IV Regional III, pelaksanaan panduan agronomi difokuskan pada upaya pelestarian tanah serta pengaturan tata air untuk menopang pencapaian target produksi.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menuturkan bahwa timnya berupaya memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) terkait mitigasi cuaca diterapkan sesuai panduan teknis yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

"Kami memetakan bahwa anomali cuaca menuntut penyesuaian teknis secara langsung di lapangan. Sebagai langkah taktis untuk mengurangi risiko kekeringan, pengerjaan rorak atau saluran buntu penangkap air diintensifkan, sembari mengoptimalkan pemanfaatan tandan kosong (jangkos) kelapa sawit sebagai mulsa organik untuk membantu menahan tingkat kelembapan tanah," terang Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan bahwa pengaturan sistem tata air mengambil peran krusial dalam masa transisi cuaca ini.

"Fokus pengawasan juga diarahkan pada water level di sistem drainase serta kontrol pintu air secara spesifik. Mekanisme ini ditujukan agar pasokan air bagi tanaman tetap tersedia dalam volume yang cukup, sekaligus mencegah terjadinya defisit air ketika musim kemarau berkepanjangan. Penerapan strategi agronomi inilah yang pada akhirnya menopang terjaganya tingkat produksi di Regional III," paparnya.

Penerapan pendekatan teknis ini membuat sejumlah unit kebun mencatatkan pertumbuhan produksi yang signifikan. Kebun Sei Galuh membukukan pertumbuhan produksi TBS sebesar 7,71 persen YoY, sedangkan Kebun Air Molek I menempati posisi tertinggi untuk indikator produktivitas TBS dengan realisasi mencapai 56,59 persen YoY.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Kalbar Periode I Oktober 2026 Tertinggi Rp3.537,64 per Kilogram, Berikut Rincian Lengkapnya

Memasuki kuartal mendatang, PTPN IV PalmCo terus mengarahkan fokus pada standardisasi agronomi dan penguatan fundamental kebun sebagai basis operasional untuk mengantisipasi risiko perubahan iklim global dalam jangka panjang.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id