PTPN IV PalmCo Dorong Pengelolaan Sampah dan Budaya 5K Lewat Komunitas Perempuan
JAKARTA,SAWITSUMATERA.ID — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mengintegrasikan komunitas pekerja perempuan (Srikandi) dan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) untuk menerapkan budaya 5K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, dan Kekeluargaan) di seluruh wilayah operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata PTPN IV PalmCo terhadap program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menekan volume sampah langsung dari sumber rumah tangga.
Penerapan standar 5K di PTPN IV PalmCo tidak hanya berfokus pada area Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan perkebunan, melainkan juga menyasar pemukiman karyawan (emplasemen). Sebagai kawasan padat karya, pemukiman perkebunan dinilai memiliki potensi besar dalam menerapkan ekonomi sirkular melalui konsistensi pemilahan sampah domestik.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo yang juga menjabat Ketua Srikandi PTPN IV, Hilda Savitri, menyatakan bahwa penerapan indikator 5K ditargetkan menjadi bagian dari perilaku keseharian para pekerja, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
"Tujuan utama dari pembudayaan 5K ini adalah menumbuhkan kepedulian yang bertransformasi menjadi habit atau kebiasaan. Lingkungan kerja dan rumah yang tertata serta sehat secara langsung akan memberikan kenyamanan yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan semangat kerja para insan perusahaan," ujar Hilda di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Hilda menambahkan bahwa pelibatan perempuan di lingkungan perusahaan kelapa sawit merupakan bentuk pemberdayaan esensial yang menyentuh ranah pengambilan keputusan keluarga.
BACA JUGA:SPBUN PTPN IV Regional IV Turun Tangan, Arief Kurniawan: Kami Wajib Melindungi dan Mengayomi Anggota
"Kolaborasi antara IKBI dan Srikandi memperlihatkan fungsi perempuan dalam menggerakkan perubahan di lingkungan terkecil. Kita mendukung program pemerintah dalam mengelola sampah mulai dari hulu, yakni rumah tangga karyawan. Pemberdayaan perempuan yang utuh adalah ketika mereka memiliki bekal pengetahuan, terlibat mengambil keputusan, dan memimpin inisiatif pelestarian tersebut. Rumusnya berkesinambungan: perempuan berdaya, keluarga tangguh, dan lingkungan terjaga," papar Hilda.
Sebagai bentuk evaluasi, PTPN IV PalmCo menggelar kompetisi Lingkungan Hidup dan Rumah Sehat yang diikuti puluhan unit operasional, mencakup 7 PKS, 13 unit kebun, dan 13 kawasan rumah sehat. Wilayah operasional yang meraih nilai kebersihan serta pengelolaan sampah terbaik nantinya akan dijadikan percontohan (benchmarking) bagi regional PTPN IV PalmCo lainnya.
Sementara itu, Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Lina Jatmiko, menggarisbawahi bahwa kunci sukses pengelolaan lingkungan perkebunan berada pada kedisiplinan rumah tangga di emplasemen.
BACA JUGA:PTPN IV PalmCo dan UNAND Resmi Teken Perjanjian Kerahasiaan Perkuat Hilirisasi Gambir
"Ibu-ibu di rumah memegang kendali utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Melalui penerapan 5K, langkah awal dimulai dari hal paling dasar, seperti memilah sampah organik dan non-organik di rumah tangga, serta merawat pekarangan sesuai kriteria Rumah Sehat. Ketika kebersihan dan ketertiban lingkungan sudah terbentuk menjadi norma, interaksi dan suasana kekeluargaan antar warga di emplasemen otomatis akan semakin baik," ungkap Lina.
Tak sekadar penataan lingkungan fisik, PTPN IV PalmCo turut membekali komunitas perempuan dengan literasi keuangan keluarga lewat seminar 'Jaga Dompet, Jaga Rumah, Jaga Lingkungan' demi menahan gaya hidup konsumtif dan menghindari jerat pinjaman tidak produktif.
"Selain mengelola sampah, ibu-ibu yang berperan layaknya 'Menteri Keuangan' di rumah tangga juga memerlukan literasi finansial yang baik. Mereka dibekali pengetahuan untuk menyaring antara kebutuhan dan keinginan, menahan gaya hidup konsumtif, serta menghindari jerat hutang atau pinjaman yang tidak produktif. Ketenangan pikiran di rumah akibat kondisi finansial yang stabil akan memberikan dampak positif bagi para suami saat menjalankan tugas operasional di kebun maupun pabrik," pungkas Lina.
Inisiatif terstruktur ini diproyeksikan memberikan dampak ganda bagi perusahaan, yakni memperkuat indikator Environmental, Social, and Governance (ESG) di internal PTPN IV PalmCo sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi residu sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).(*)