Ilustrasi TBS

Ekspor Sawit Indonesia Melonjak 64 Persen pada Juni 2026 Tembus 3,27 Juta Ton

Posted on 2026-08-29 15:34:25 dibaca 95 kali

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Ekspor produk minyak kelapa sawit Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 64,08 persen pada Juni 2026 dengan total volume mencapai 3,275 ribu ton.

Angka ini naik tajam dibandingkan perolehan Mei 2026 yang tercatat sebesar 1.996 ribu ton. Lonjakan volume ekspor yang didukung oleh peningkatan permintaan dari berbagai negara tujuan utama tersebut turut melesatkan nilai ekspor sawit nasional hingga menyentuh angka US$3,92 miliar pada Juni 2026.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya Naik Lagi Per 28 Agustus 2026, Tertinggi Rp 4.050/Kg, Berikut Rinciannya

Peningkatan performa ekspor pada Juni 2026 terjadi di hampir seluruh lini produk turunan. Ekspor CPO melambung hingga 980 persen menjadi 335 ribu ton dari sebelumnya 31 ribu ton, ekspor olahan minyak inti sawit melonjak 110 persen menjadi 116 ribu ton, dan olahan minyak sawit naik 66 persen menjadi 2.357 ribu ton. Berdasarkan negara tujuannya, lonjakan pengiriman terbesar pada Juni terjadi ke India yang naik 328 ribu ton (+396%), China naik 256 ribu ton (+67%), Malaysia naik 129 ribu ton (+149%), serta Pakistan naik 132 ribu ton (+88%).

BACA JUGA:Rekor Baru! Harga TBS Sawit di Sumbar Tembus Rp4.050,85 per Kg untuk Periode IV Agustus 2026

Kenaikan volume pengiriman ke luar negeri ini berhasil mendongkrak nilai ekspor produk sawit sebesar 57,45 persen dari bulan sebelumnya yang bernilai US$2,49 miliar. Pencapaian manis tersebut diraih meski rata-rata harga ekspor CPO pada Juni sempat terkoreksi ke level US$1.174 per ton dari harga Mei sebesar US$1.227 per ton (-4,32%), sejalan dengan tren penurunan harga di pasar MDEX. Secara kumulatif sepanjang Januari–Juni 2026, total nilai ekspor kelapa sawit Indonesia tercatat mencapai US$19,45 miliar atau tumbuh 12,57 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang bernilai US$17,277 miliar.

BACA JUGA:Harga TBS Tertinggi di Pasaman Barat Tembus Rp3.942,33 per Kg, Rata-Rata Didominasi Tren Positif

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menyampaikan bahwa pertumbuhan positif pada industri kelapa sawit nasional tidak hanya terlihat pada sektor ekspor, melainkan juga pada sisi produksi dan konsumsi domestik. “Secara tahunan Januari-Juni 2026, produksi, konsumsi, dan ekspor industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Mukti Sardjono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:Harga TBS Tertinggi di Bangka Tengah Tembus Rp3.130 per Kilogram di PT Putera Bangka Tani

Sepanjang Semester I 2026 (Januari–Juni), total produksi CPO dan PKO nasional menorehkan angka 30.284 ribu ton, atau naik 15,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, konsumsi dalam negeri tumbuh 5,48 persen menjadi 12.994 ribu ton yang didorong oleh peningkatan kebutuhan di sektor biodiesel (1.131 ribu ton), pangan (878 ribu ton), dan oleokimia (192 ribu ton). Tingginya penyerapan ekspor dan konsumsi lokal yang melebihi laju produksi bulanan ini pada akhirnya membuat stok akhir minyak sawit Indonesia pada akhir Juni 2026 tersisa sebesar 2.844 ribu ton. (*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id