POME: Dari Limbah Cair Industri Sawit Menjadi Sumber Energi Terbarukan dan Ekonomi Sirkular

POME: Dari Limbah Cair Industri Sawit Menjadi Sumber Energi Terbarukan dan Ekonomi Sirkular

Posted on 2026-08-26 05:31:31 dibaca 82 kali

JAKARTA, SAWITSUAMTERA.ID – Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai beban lingkungan. Dilansir dari Laman GAPKI, POME menyimpan potensi besar untuk ditransformasikan menjadi sumber biogas, energi terbarukan, hingga pupuk organik melalui penerapan konsep ekonomi sirkular di industri kelapa sawit nasional.

Mengenal POME dan Urgensi Pengolahannya
POME merupakan limbah cair yang dihasilkan dari berbagai tahapan pengolahan di pabrik kelapa sawit (PKS), seperti proses sterilisasi, klarifikasi, dan pemisahan minyak. Limbah ini memiliki kandungan bahan organik tinggi yang tercermin dari parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS).

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya 24 Agustus 2026, Tertinggi Rp3.942/Kg, Brondolan Rp3.950/Kg, Berikut Rinciannya

Kandungan organik yang pekat membuat POME tidak bisa dibuang begitu saja ke badan air karena berpotensi menguras oksigen terlarut dan merusak ekosistem perairan. Oleh karena itu, PKS memerlukan sistem pengolahan khusus untuk menurunkan beban pencemar hingga memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

Tahapan Pengolahan POME di Pabrik Sawit
Pengolahan POME dilakukan secara bertahap guna memisahkan sisa minyak, padatan, serta menguraikan bahan organik:

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Kalsel Periode II Agustus 2026 Tembus Rp3.759,31 per Kilogram

Fat Pit dan Pengendapan Awal: Memisahkan sisa minyak dan padatan awal agar sisa minyak dapat dikumpulkan kembali.

Pengolahan Anaerobik: Menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik tanpa oksigen melalui teknologi seperti CSTR, UASB, atau covered lagoon. Proses inilah yang menghasilkan biogas kaya metana.

Pengolahan Lanjutan: Melalui kolam fakultatif, aerobik, dan pengendapan akhir guna memastikan kualitas air limbah aman sebelum dilepas ke lingkungan.

Potensi Biogas dan Penerapan Ekonomi Sirkular
Salah satu nilai tambah utama dari pengolahan POME adalah produksi biogas. Gas metana yang dihasilkan dari proses anaerobik dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler, pembangkit listrik, serta kebutuhan operasional PKS lainnya.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Tertinggi di Dharmasraya Tembus Rp3.942 per Kg, Brondolan Capai Rp3.950

Integrasi ini mencerminkan penerapan ekonomi sirkular (POME → pengolahan anaerobik → biogas → energi). Selain meningkatkan efisiensi energi internal, langkah penangkapan metana ini juga efektif mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemanfaatan Pupuk Organik dan Potensi Kredit Karbon
Selain menghasilkan energi, sisa hasil pengolahan POME yang kaya unsur hara berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik di area perkebunan sesuai regulasi teknis yang berlaku.

Di sisi lain, kemampuan teknologi penangkapan biogas dalam mencegah pelepasan gas metana ke atmosfer membuka peluang bagi PKS untuk mengembangkan proyek pengurangan emisi yang berpotensi meraih nilai tambah melalui mekanisme kredit karbon.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Kaltara Capai Rp3.442,26 per Kg, Berikut Rincian Lengkap Plasma dan Swadaya

Tantangan dan Komitmen Keberlanjutan
Meskipun memiliki banyak manfaat ekonomi dan lingkungan, penerapan teknologi pengolahan POME memerlukan investasi modal, ketersediaan lahan, serta pengoperasian yang konsisten. Pemilihan teknologi pun harus disesuaikan dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing PKS.

Pengelolaan POME secara optimal menegaskan komitmen industri kelapa sawit Indonesia menuju prinsip zero waste, di mana limbah cair diubah menjadi sumber daya produktif yang mendukung industri sawit berkelanjutan.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id