ilustrasi panen kelapa sawit
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID- Kabar kurang menggembirakan datang bagi para petani sawit.
Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga secara resmi meluncurkan rilis terbaru mengenai pergerakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma untuk periode 20 hingga 26 Mei 2026.
Penentuan harga pada pekan ini secara ketat merujuk pada regulasi baru Permentan Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 20–26 Mei 2026 Naik Jadi Rp3.857 per Kg
Berdasarkan data rendemen terbaru hasil kajian PPKS Medan yang disepakati tim, grafik harga TBS periode satu minggu ke depan terpaksa harus terkoreksi ke zona merah.
Kelompok kelapa sawit dengan umur tanam 9 tahun mencatatkan penurunan paling tinggi, yakni menyusut sebesar Rp33,56 per kilogram atau anjlok 0,86% dari harga di periode sebelumnya.
BACA JUGA:Lewat Proyek Biogas PTPN IV PalmCo, Publik Serap 5.202 Ton Emisi Karbon
Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh Tim untuk penurunan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 33,56/Kg atau mencapai 0,86% dari harga periodelalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp 3.866,90/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu kedepan.
“Dengan harga cangkang sebesar Rp 19,15/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 93.30%, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp 343,18 dan kernel minggu ini turun sebesar Rp 308,72 dari minggu lalu,” katanya.
Dalam mekanisme penghitungan, sempat ditemukan adanya beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak melakukan aktivitas penjualan. Menyikapi kondisi tersebut, tim langsung mengaktifkan Pasal 16 Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dengan mengambil formula harga rata-rata tim, atau beralih menggunakan harga rata-rata dari Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) jika terkena validasi 2. Tercatat, untuk periode pekan ini harga rata-rata CPO KPBN berada di angka Rp15.191,67 dan kernel KPBN bertengger di level Rp14.828,00.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel,” paparnya.
Meskipun tren harga sawit sedang mengalami penurunan akibat dinamika pasar global, Dinas Perkebunan Provinsi Riau memastikan langkah-langkah pembenahan dalam sistem penetapan harga akan terus digenjot. Proses evaluasi berkala terus berjalan demi menciptakan tata kelola komoditas kelapa sawit yang adil, setara, dan seimbang bagi seluruh pihak, baik bagi korporasi maupun petani mitra.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai panduan bagi para petani di lapangan, berikut merupakan rincian resmi nominal harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau No. 17 Periode Rabu - Selasa, 20 - 26 MEI 2026:
Umur 3 Th (Rp 2,988.92 );
Umur 4 Th (Rp 3,380.62 );
Umur 5 Th (Rp 3,580.49 );
Umur 6 Th (Rp 3,735.22 );
Umur 7 Th (Rp 3,816.51 );
Umur 8 Th (Rp 3,861.47 );
Umur 9 Th (Rp 3,866.90 );
Umur 10-20 Th (Rp 3,847.07 );
Umur 21 Th (Rp 3,787.86 );
Umur 22 Th (Rp 3,731.40 );
Umur 23 Th (Rp 3,670.77 );
Umur 24 Th (Rp 3,604.48 );
Umur 25 Th (Rp 3,529.76 );
Umur 26 Th (Rp 3,484.61 );
Umur 27 Th (Rp 3,439.43 );
Umur 28 Th (Rp 3,395.63 );
Umur 29 Th (Rp 3,378.72 );
Umur 30 Th (Rp 3,364.62 ).