ilustrasi panen kelapa sawit

Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 20–26 Mei 2026 Naik Jadi Rp3.857 per Kg

Posted on 2026-05-20 13:23:38 dibaca 29 kali

PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID – Kabar baik berembus bagi para petani kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren positif dengan mengalami kenaikan untuk periode 20–26 Mei 2026.

Meskipun harga Crude Palm Oil (CPO) dilaporkan sempat melandai, pergerakan naik ini justru dipicu oleh menguatnya harga kernel atau inti sawit di pasaran selama sepekan terakhir.

BACA JUGA:Lewat Proyek Biogas PTPN IV PalmCo, Publik Serap 5.202 Ton Emisi Karbon

Keputusan tersebut dalam rapat penetapan harga minggu ke-17 tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim penetapan harga pada 19 Mei 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, menegaskan bahwa seluruh proses formulasi dan penetapan harga TBS kali ini tetap mengacu pada regulasi terbaru yang berlaku secara nasional.

“Penetapan harga TBS kelapa sawit minggu ke-17 tahun 2026 (periode 20–26 Mei 2026) telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025,” ujarnya dikutip dari website Pemprov Riau.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Pasang PLTS di Gereja Katolik Kalbar, Momentum Kenaikan Yesus Kristus Dorong Energi Bersih

Vera menjelaskan, sistem penetapan harga menggunakan rentang umur tanaman 3 hingga 30 tahun berdasarkan tabel rendemen hasil kajian PPKS Medan yang disepakati tim.

Berdasarkan hasil keputusan rapat, grafik kenaikan harga tertinggi diduduki oleh kelompok umur 9 tahun yang merangkak naik sebesar Rp24,49 per kilogram atau menguat sekitar 0,64 persen jika disandingkan dengan periode sebelumnya.

“Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.857,14/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan, dengan harga cangkang sebesar Rp26,09/Kg,” jelasnya.

BACA JUGA:Optimalkan Potensi Lokal, PalmCo Latih 50 Perempuan Olah Ikan Lele Jadi Produk Bernilai Tambah

Lebih lanjut, ia mengurai dinamika pasar yang memengaruhi pergerakan harga pekan ini. Menurut Vera, kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan oleh naiknya harga kernel, meski harga CPO mengalami penurunan.

“Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,87 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp29,63/kg dan kernel minggu ini naik sebesar Rp4/kg dari minggu lalu,” ungkapnya.

Dalam jalannya rapat, tim juga mengantisipasi adanya sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan. Sesuai aturan, mekanisme penetapan harga dialihkan menggunakan rata-rata tim atau acuan dari Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

“Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 maka harga CPO and kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,” paparnya.

BACA JUGA:Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangke

Tercatat untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN bertengger di angka Rp15.191,67 per kilogram, sementara harga kernel KPBN berada di posisi Rp14.828,00 per kilogram. Secara umum untuk data PKS, harga CPO ditetapkan Rp15.314,00/Kg, harga kernel Rp15.363,00/Kg, indeks K sebesar 92,87 persen, dan BOTL 0,48 persen.

Meskipun margin kenaikan harga pada pekan ini terhitung tipis, Dinas Perkebunan Riau memastikan komitmennya bersama para pelaku usaha untuk terus mematangkan tata kelola penentuan harga kelapa sawit agar berjalan adil dan transparan.

“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” tegasnya.  

Langkah pengawasan dan perbaikan ini juga terus dikawal oleh Pemerintah Provinsi Riau serta pihak Kejaksaan Tinggi Riau demi menjaga stabilitas ekonomi sektor perkebunan.

BACA JUGA:Harga Kelapa Sawit Jambi Turun Jadi Rp 3.894,98 Per Kilo, Ini Harga Baru TBS 8-14 Mei 2026

“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Vera.(*)

Secara rinci, hasil ketetapan harga TBS sawit swadaya Riau berdasarkan kelompok umur tanaman untuk sepekan ke depan adalah:

Umur 3 tahun Rp2.992,08/Kg

Umur 4 tahun Rp3.333,52/Kg

Umur 5 tahun Rp3.573,91/Kg

Umur 6 tahun Rp3.710,49/Kg

Umur 7 tahun Rp3.794,46/Kg

Umur 8 tahun Rp3.839,99/Kg

Umur 9 tahun Rp3.857,14/Kg

Umur 10–20 tahun Rp3.818,78/Kg

Umur 21 tahun Rp3.756,22/Kg

Umur 22 tahun Rp3.683,69/Kg

Umur 23 tahun Rp3.601,21/Kg

Umur 24 tahun Rp3.538,63/Kg

Umur 25 tahun Rp3.487,43/Kg

Umur 26 tahun Rp3.468,94/Kg

Umur 27 tahun Rp3.440,50/Kg

Umur 28 tahun Rp3.386,46/Kg

Umur 29 tahun Rp3.346,64/Kg

Umur 30 tahun Rp3.255,62/Kg

Sementara indeks K ditetapkan sebesar 92,87 persen, BOTL 0,48 persen, harga CPO Rp15.314,00/Kg, harga kernel Rp15.363,00/Kg, dan harga cangkang Rp26,09/Kg.

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id